NaR9Nax9LWVcLGx7LGB6LGJ4NTcsynIkynwdxn1c
3 Tips dari Andrea Hirata Buat Kamu yang Mau Menulis dan Menerbitkan Buku

3 Tips dari Andrea Hirata Buat Kamu yang Mau Menulis dan Menerbitkan Buku


IRFANIBUKU.COM - 3 Tips dari Andrea Hirata Buat Kamu yang Mau Menulis Buku

Bila kamu mengaku penggemar buku, pasti mengenal siapa sosok Andrea Hirata. Paling tidak, lewat film berjudul Laskar Pelangi, kamu pasti pernah mendengar penulis novel dengan judul serupa itu, bukan? Ya, Andrea Hirata adalah salah satu penulis asal Indonesia yang buku-buku fiksinya sudah tersebar di berbagai belahan dunia.

Beberapa buku best seller karangan Hirata diterbitkan ulang oleh penerbit luar negeri. Salah satunya novel Laskar Pelangi. Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi swasta, Andrea Hirata  memberikan tips untuk kamu yang mau menulis buku. Tentu saja hal ini menjadi catatan buat kita yang punya mimpi menjadi penulis yang bukunya bisa terbit dan dibaca banyak orang.

Langsung saja, berikut ini adalah 3 tips dari Andrea Hirata buat kamu yang mau menulis buku dan menjadi penulis dan melejitkan karya-karyamu di kancah nasional dan global. Disimak baik-baik ya!

1. Passion atau Renjana


Yang pertama adalah passion atau renjana. Bagi Andrea Hirata menulis adalah sebuah passion, sebuah renjana. Sebab, renjana itulah yang akan memberikan kita energi, kekuatan, dan tekad untuk melahirkan sebuah karya.

“Kalau kita mau menulis kita berangkat dari passion, sejauh mana kita punya kekuatan, minat, gairah untuk menulis itu,” ujar Andre Hirata. Dia juga berpendapat bahwa dalam dunia kepenulisan, renjana adalah segala-galanya.

“Passion (itu) segala-galanya, kawan-kawan yang berminat menulis, tanyakan pada diri sendiri, apakah kawan-kawan benar-benar mencintai menulis?” ungkapnya. Ya, benar sekali, renjana itu kembali pada diri kita, apakah kita cinta kegiatan menulis? Atau malah terbebani? Tentu teman-teman sendiri yang punya jawabannya.

Maka, mulai sekarang temukanlah passion kita apa. Bila memang merasa sangat nyaman dengan menulis dan membagikan karya lewat tulisan, bisa jadi inilah jalan hidup kita.

2. Komitmen


Yang kedua, yaitu komitmen. Tanpa komitmen segala hal apa pun tidak akan maksimal, malah bisa jadi akan terbengkalai. Termasuk dalam hal menulis, apalagi menjadi penulis. Penulis yang baik tentu punya komitmen yang kuat dalam dirinya untuk melahirkan karya-karya yang baik dan menginspirasi banyak orang. 

Seperti apa yang dilakukan kebanyakan penulis sukses, rata-rata mereka menghabiskan waktu untuk melakukan riset demi membuat buku karangannya sangat baik.

Nah, berkaitan dengan hal ini, Andrea Hirata mengungkapkan, untuk mencapai satu level tertentu dari tulisan dibutuhkan komitmen yang tidak kecil. Ya, komitmen yang tidak kecil itu harus kita hadirkan dalam diri kita. Mulai dari komitmen menggali informasi, mencari referensi, membaca, sampai komitmen dalam menerapkan waktu menulis.

Kenapa begitu? Karena menulis tidak hanya melibatkan kemampuan mekanis dalam mengerjakan sebuah tulisan melainkan juga melibatkan perasaan, pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan. “Pengetahuan knowledge, mentallity, dan sikap positif yang besar,” kata Andrea hirata dalam wawancaranya.

Jadi, sudah sekuat apa komitmen kita dalam menulis? Lagi-lagi pertanyaan ini masing-masing kita sendiri yang punya jawabannya. Yang penting, percayalah bahwa setiap usaha yang besar dan sungguh-sungguh juga akan berbuah besar. Bukan begitu?

3. Jangan Mudah Menyerah


Yang terakhir, yaitu jangan gampang menyerah karena menulis dan melahirkan buku itu proses yang tidak gampang, juga tidak susah-susah amat. Andrea Hirata berpesan kepada teman-teman yang mau menulis dan menerbitkan karyanya untuk terus berjuang tanpa kenal lelah. Karena pembuktian dari komitmen dan tekad itu ada pada proses dan tentu hasilnya.

Dengan komitmen pulalah Andrea Hirata bisa membawa karya-karyanya ke luarg negeri dan menjadi konsumsi orang-orang di luar sana. Sebab itulah, Andrea Hirata berpesan agar para penulis bisa membawa karyanya ke luar negeri. “Karena itu salah satu bentuk mengharumkan nama bangsa,” ujarnya. Namun, untuk bisa sampai pada level itu tentu kita harus terus belajar dan terus berusaha melahirkan karya terbaik.

Dengan usaha, doa, dan kemampuan yang kita punya, percayalah tidak ada yang mustahil. Menulis adalah kerja-kerja peradaban. Menulis adalah kerja-kerja sunyi namun penuh tantangan. Semoga tiga tips di atas bisa memacu kita untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Semoga bermanfaat.

*Konten ini diproduksi oleh tim Penerbit Irfani

Comments

Formulir Pemesanan via Whatsapp